Asalnya teh tentunya dari kebun, bisa dari perkebunan teh, bisa dari kebun-kebun perusahaan swasta ataupun dari kebun petani teh. Disini saya akan sedikit menceritrakan bagimana prosess pembuatan teh dilakukan di suatu pabrik yang pernah ada di daerah jawa barat sebagai pengalaman yang pernah dilalui selama kurun waktu 11 tahun.
Awal nya sebelum mengadakan bahan baku yang berupa daun teh kami terlebih dahulu membuat pabrik di daerah jawa barat yaitu di sukabumi,cianjur,tasikmalaya dan garut, karena ini adalah projek bantuan presiden maka projeck ini dapat di selesaikan dalam tempo 8 bulan saja dengan biaya per pabrik tidak kurang dari 5 milyar pd tahun 1984 berapa jika hari ini?
Pabrik selesai serempak kecuali tasik malaya karena menggunakan mesin CTC yang NB waktu itu pengolahan teh paling modern yang ada di indonesia ( yang lain menggunakan system Orthodox ),
Selama prosess pembangunan itu sinergy dengan merecrut karyawan tingkat mandor ke bawah karena tingkat staf sudah di recrut sebelum pabrik itu ada sejumlah 20 orang untuk ditempatkan di empat pabrik itu di jawa barat . tingkat mandor dan karyawan dalam satu pabrik sejumlah 100 orang yang disebar ke bagian bagian yang ada di pabrik itu.
adapun bagian bagian di pabrik sbb
1.Manager 1 orang
2.Ka.bagian 4 orang yaitu a.ka.keuangan 1 orang membawahai 5 karyawan , b.ka.pengadaan pucuk teh 1 orang membawahai 5 karyawan c.ka pengolahan 1 orang membawahi 60 orang d.ka.teknik 1 orang membawahi 30 karyawan.
Pabrik sudah siap untuk produksi dengan semua mesin-mesin yang sudah trial and eror baik dari power nya juga peralatan pengolahan nya dengan kapasitas 25 ton pucuk teh/hari.
Oke kita ambil cepat nya saja bahwa aliran prosess pembuatan teh itu pertama tama dari kebun para petani teh yang berada di wilayah kabupaten sukabumi yang dikumpulkan lewat Unit Pengumpul Teh di masing masing kecamatan.
setelah terkumpul teh dari tempat pengumpul itu terus di angkut menggunakan kendaraan khususs yang dirancang guna menghindari kerusakan daun teh selama dalam perjalanan nya, setelah itu maka teh masuk ke pabrik yang terus dimasukan ke dalam mesin pelayu istilahnya disebut wethering trough, mesin ini menggunakan pemanasan selama +/- 18 jam untuk menurunkan kadar air sekitar 60%. karena di panasi maka pemanas nya menggunakan mesin merk benson dengan penggunaan bahan bakar sekitar 60liter/jam atau 0.3ltr/kgkering menghabiskan BBM solarnya.
disini saja jika kita menghitung dari pucuk 25 ton x 40%= 150ton air menghilang dari daun segar itu, nah setelah daun layu dengan kadar air tersebut di atas terus sedikit demi sedikit pucuk tersebut di masukan ke mesin penggiling yaitu Open top roller dimana pucuk itu seolah olah di gelang dengan tangan yang ahirnya daun teh itu menjadi menggulung (curling), mesin ini bekerja biasanya antara 40 menit s/d 60 menit dengan kapasitas rata rata 1 open tp itu antara 50 s/d 60kg/jam. setelah selesai bongkar gilingan bahan teh tersebut di maukan lagi ke mesin giling lain nya yaitu Rotor vane yang mana daun teh yang sudah di giling tadi kemdian dipresure dan di cuting sehingga menjadi bagian bagian yang kecil ( rotor vane ini seperti mesin giling daging ), hasil gilingan terus di saring/diayak dengan menggunakan mesin Vibrator screen yang hasilnya menjadi 5 bagian mulai pecahan besar sampai kepada pecahan terkecil, maka dari sini teh yang sudah mempunyai grade tersebut di masukan ke baki baki dengan tebal hamparan antara 3 samapi 5 cm dari baki ukuran 40x60cm yang mana baki ini di susun dan rak mobil yang kemudian disimpan ditempat penyimpanan permentasi hal ini ruangan nya sangat lembab sekali karna diharuskan mempunyai kelembaban di atas 90% untuk mendapat kelembaban maka ada alat yang di beri nama Humidi fire dimana kipas yang diberi air disemprotkan dan terciptalah kabut air sehingga hampir 90% lembab dan membantu terjadinya permentasi pada daun teh itu selama 2 jam dan penciptaan iner ataupun kenampakan teh itu justru tergantung hasil baik dan tidaknya permentasi ini, BERSAMBUNG
Awal nya sebelum mengadakan bahan baku yang berupa daun teh kami terlebih dahulu membuat pabrik di daerah jawa barat yaitu di sukabumi,cianjur,tasikmalaya dan garut, karena ini adalah projek bantuan presiden maka projeck ini dapat di selesaikan dalam tempo 8 bulan saja dengan biaya per pabrik tidak kurang dari 5 milyar pd tahun 1984 berapa jika hari ini?
Pabrik selesai serempak kecuali tasik malaya karena menggunakan mesin CTC yang NB waktu itu pengolahan teh paling modern yang ada di indonesia ( yang lain menggunakan system Orthodox ),
Selama prosess pembangunan itu sinergy dengan merecrut karyawan tingkat mandor ke bawah karena tingkat staf sudah di recrut sebelum pabrik itu ada sejumlah 20 orang untuk ditempatkan di empat pabrik itu di jawa barat . tingkat mandor dan karyawan dalam satu pabrik sejumlah 100 orang yang disebar ke bagian bagian yang ada di pabrik itu.
adapun bagian bagian di pabrik sbb
1.Manager 1 orang
2.Ka.bagian 4 orang yaitu a.ka.keuangan 1 orang membawahai 5 karyawan , b.ka.pengadaan pucuk teh 1 orang membawahai 5 karyawan c.ka pengolahan 1 orang membawahi 60 orang d.ka.teknik 1 orang membawahi 30 karyawan.
Pabrik sudah siap untuk produksi dengan semua mesin-mesin yang sudah trial and eror baik dari power nya juga peralatan pengolahan nya dengan kapasitas 25 ton pucuk teh/hari.
Oke kita ambil cepat nya saja bahwa aliran prosess pembuatan teh itu pertama tama dari kebun para petani teh yang berada di wilayah kabupaten sukabumi yang dikumpulkan lewat Unit Pengumpul Teh di masing masing kecamatan.
setelah terkumpul teh dari tempat pengumpul itu terus di angkut menggunakan kendaraan khususs yang dirancang guna menghindari kerusakan daun teh selama dalam perjalanan nya, setelah itu maka teh masuk ke pabrik yang terus dimasukan ke dalam mesin pelayu istilahnya disebut wethering trough, mesin ini menggunakan pemanasan selama +/- 18 jam untuk menurunkan kadar air sekitar 60%. karena di panasi maka pemanas nya menggunakan mesin merk benson dengan penggunaan bahan bakar sekitar 60liter/jam atau 0.3ltr/kgkering menghabiskan BBM solarnya.
Kutipan:
Buat kutipan untuk Ringkasan iniPisahkan kutipan dengan kutipan lain dengan tanda koma
Tidak ada komentar:
Posting Komentar